PENGERTIAN LELANG 

Lelang yaitu penjualan barang yang terbuka untuk umum dengan penawaran harga dengan tertulis dan/atau lisan yang makin meningkat atau alami penurunan untuk meraih harga paling tinggi yang didahului dengan pengumuman lelang. menurut ketentuan yang berlaku, lelang barang tidak bergerak serta barang bergerak meliputi : 

1.    Lelang noneksekusi sukarela. lelang untuk melaksanakan penjualan barang punya perorangan, grup masyarakat atau badan swasta yang dilelang dengan sukarela oleh pemiliknya. harga limit bisa berbentuk terbuka / tidak rahasia atau bisa berbentuk tertutup/ rahasia sesuai hasrat penjual/pemilik barang. yang terhitung lelang noneksekusi sukarela yaitu : lelang yang dikerjakan atas kehendak pemiliknya sendiri ( perorangan, swasta ) ; 
lelang aset bumn/bumd berupa persero ; 
lelang aset punya bank dalam likuidasi menurut pp nomer 25 tahun 1999 perihal pencabutan izin usaha, pembubaran serta likuidasi bank. 

2.    Lelang eksekusi. lelang untuk melaksanakan putusan/penetapan pengadilan atau dokumen-dokumen lain yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dipersamakan dengan itu, dalam rencana menolong penegakan hukum, diantaranya : lelang eksekusi fiducia serta lelang eksekusi pasal 6 undang-undang hak tanggungan ( uuht no. 4 tahun 1996 ). pasal 6 uuht no. 4 tahun 1996, yakni jika debitur cidera janji, pemegang hak tanggungan tingkat pertama memiliki hak untuk jual object hak tanggungan atas kekuasaan sendiri melewati pelelangan umum dan mengambil pelunasannya dari hasil tersebut. harga limit berbentuk terbuka/tidak rahasia serta mesti tercantum dalam pengumuman lelang. 

3.    Lelang non eksekusi harus. lelang untuk melaksanakan penjualan barang punya negara/daerah sebagaimana disebut dalam undang-undang nomer tahun 2004 perihal perbendaharaan negara atau barang punya badan usaha punya negara/daerah ( bumn/d ) yang oleh ketentuan perundang-undangan harus untuk dijual dengan lelang, terhitung kayu serta hasil rimba yang lain dari tangan pertama. 

Kelebihan Lelang 

1.    Segi Hukum Terjamin. dari segi legalitas dapat lebih terjamin serta aman, dikarenakan tiap-tiap aset yang dapat dilelang mesti melewati sistem pengecekan ke lembaga yang berkenaan, perihal ini dikerjakan untuk berikan kepastian pada konsumen supaya tidak berlangsung permasalahan di masa datang. 

2.    Cepat Serta Ekonomis. untuk penjualan aset dalam jumlah besar, maka dari segi waktu penjualan sistem lelang dapat lebih cepat sekalian ekonomis ( efisien serta efektif ) dikarenakan dapat kurangi cost penyimpanan ( untuk barang bergerak ), cost pemeliharaan serta cost pemasaran. lelang dapat amat efisien jika target penjualan mesti dikerjakan kurun waktu singkat/cepat. 

3.    Terbuka Serta Obyektif. lelang dikerjakan undang khalayak ramai, yaitu mengundang calon peminat/pembeli sebanyak-banyaknya, hingga pelaksanaannya amat terbuka serta obyektif. 

4.    Harga Optimum. dengan banyaknya peserta lelang/calon konsumen yang ada, maka harga yang terbentuk bisa meraih harga yang optimum. makin banyak peminat maka dapat makin tinggi harga yang dapat di tawarkan. oleh dikarenakan itu jika orang telah berminat dapat aset tersebut maka harga yang terbentuk dapat lebih tinggi dari limit yang sudah ditetapkan. 

METODE TEHNIS PERSIAPAN SERTA PROSES LELANG 

Proses Pra Lelang 

Pra lelang yaitu rangkaian aktivitas yang dikerjakan manfaat menyiapkan proses lelang dari object lelang yang diserahkan ke pt. balai lelang star ( star auction ) sampai menyambut proses lelang. 

1.    Surat Penugasan Kerja ( SPK ). surat penugasan kerja merupakan satu bentuk perintah pada star auction untuk lakukan pekerjaan pra lelang sampai proses lelang atas asset-asset yang dapat dikerjakan lelang. 

2.    Administrasi. terima fotocopy dokumen serta daftar barang atas asset-asset barang bergerak serta barang tidak bergerak yang dapat di lelang, maka untuk kriteria administrasi dan tahu segi legalitas dari asset-asset tersebut maka yang perlu dilengkapi : 

a)    barang bergerak ( kendaraan bermotor, elektonik, furniture, dan lain-lain ), termasuk : 

  • surat perjanjian hubungan kerja ( mou ) ; 
  • surat ketentuan penunjukan penjual ( spk ) ; 
  • copy surat bukti kepemilikan kendaraan bermotor ( bpkb ) & stnk ; 
  • copy surat perjanjian kredit ; 
  • daftar barang ; 
  • harga limit. 

b)    Barang Tidak Bergerak ( tanah serta bangunan ), termasuk : 

  • surat perjanjian hubungan kerja lelang ( mou ) ; 
  • surat penugasan kerja ( spk ) ; 
  • copy surat bukti kepemilikan shm/shgb ( dilegalisir sesuai dengan aslinya ) ; 
  • copy surat perjanjian kredit/pengakuan hutang ( dilegalisir sesuai dengan aslinya ) ; 
  • copy sht serta apht ( dilegalisir sesuai dengan aslinya ) ; 
  • copy surat teguran wanprestasi ke debitur , 2, 3 ( dilegalisir sesuai dengan aslinya ) ; 
  • surat permintaan lelang ke kpknl ; 
  • surat pernyataan ; 
  • rincian hutang debitur ; 
  • daftar barang ; 
  • harga limit ( untuk tercantum dalam pengumuman lelang ). 

c)    Catatan : 

·         Harga Limit ( reserved price ) yaitu harga minimal barang lelang yang ditetapkan oleh penjual/pemilik barang untuk dicapai dalam satu pelelangan. 

·         Harga Lelang yaitu harga penawaran paling tinggi yang perlu dibayar oleh konsumen. 

·         Harga Limit berbentuk terbuka/tidak rahasia serta mesti tercantum dalam pengumuman lelang ( untuk lelang eksekusi. 
harga limit bisa berbentuk terbuka / tidak rahasia atau bisa berbentuk tertutup/ rahasia sesuai hasrat penjual/ pemilik barang ( untuk lelang non eksekusi sukarela ).

d)    Koordinasi dengan pejabat lelang kelas ii/kantor pelayanan kekayaan negara serta lelang ( kpknl ) untuk penetapan tanggal lelang dan bisa menerbitkan risalah lelang untuk pemenang lelang. 

PENGUMUMAN LELANG DIKERJAKAN DI MEDIA MASSA. 

a)    Lelang Noneksekusi Sukarela, dikerjakan dengan ketetapan seperti berikut : 
  • Barang Tidak Bergerak dikerjakan ( satu ) kali sedikitnya 7 ( tujuh ) hari sebelum saat proses lelang ; 
  • Barang Bergerak dikerjakan ( satu ) kali sedikitnya 5 ( lima ) hari sebelum saat proses lelang ; 
  • Barang Bergerak yang dijual berbarengan dengan barang tidak bergerak berlaku ketetapan huruf a. 

b)    Lelang Eksekusi, dikerjakan dengan ketetapan seperti berikut : 
  • Barang Tidak Bergerak dikerjakan 2 ( dua ) kali, yakni : iklan pertama ke iklan ke-2 sedikitnya 15 ( lima belas ) hari iklan ke-2 serta iklan ke-2 sedikitnya 14 ( empat belas ) hari sebelum saat hari proses lelang ; 
  • Barang Bergerak dikerjakan ( satu ) kali sedikitnya 6 ( enam ) hari sebelum saat proses lelang ; 
  • Jika untuk barang-barang yang lekas busuk, rusak serta barang beresiko bisa dikerjakan kurang dari 6 ( enam ) hari, namun tidak bisa kurang dari 2 ( dua ) hari kerja, serta spesial untuk ikan serta sejenisnya tidak bisa kurang dari ( satu ) hari kerja. 

Peserta Lelang. agar bisa jadi peserta lelang, tiap-tiap peserta mesti menyetor duit jaminan penawaran lelang, besaran duit jaminan sangat sedikit 20% ( dua puluh % ) serta sangat banyak sebesar harga limit. dilarang jadi peserta lelang/pembeli : pejabat lelang, penjual, pemandu lelang, hakim, jaksa, juru sita, pengacara/advokat, notaris, ppat, penilai, pegawai djpln, pegawai balai lelang serta pegawai pejabat lelang kelas ii, serta pihak yang tereksekusi/debitur/tergugat/terpidana yang berkenaan dengan sistem lelang tersebut.

PROSES LELANG 

Tiap-tiap proses lelang mesti dikerjakan oleh dan/atau dihadapan pejabat lelang jika ditentukan lain oleh ketentuan perundang-undangan. 
1.       Pejabat Lelang Kelas I yaitu pegawai direktorat jenderal kekayaan negara ( djkn ) yang diberi wewenang oleh menteri keuangan untuk melaksanakan penjualan barang dengan lelang. berwenang melaksanakan lelang untuk seluruh type lelang, melaksanakan tugas sesudah ada penunjukkan dari kepala kpknl.

2.       Pejabat Lelang Kelas II yaitu orang yang spesial diberi wewenang oleh menteri keuangan untuk melaksanakan penjualan barang dengan lelang atas permintaan balai lelang sebagai kuasa dari pemilik barang yang berkedudukan di kantor pejabat lelang kelas ii, yakni lelang non eksekusi sukarela, lelang aset bumn/d berupa persero, serta lelang aset punya bank dalam likuidasi menurut ketentuan pemerintah nomer 25 tahun 1999 perihal pencabutan izin usaha, pembubaran serta likuidasi bank. 

Bagian Proses Lelang Terdiri Dari : 

Hari Lelang ( auction day ). sebelum saat lelang dikerjakan, peserta lelang harus lakukan : 
  • Penyetoran Duit Jaminan yang sudah ditentukan ( minimal 20% serta optimal sebesar harga limit ) ; 
  • Calon Konsumen harus tahu hak serta kewajibannya, terhitung pembayaran biaya/pajak yang dikeluarkan sesuai ketentuan yang berlaku ; 
  •  Dipastikan bahwa aset yang dapat dibeli telah dilihat ( pada waktu open house ) dalam situasi sebagaimana ada untuk hindari keluhan di masa datang. 

Metode Lelang. metode proses lelang untuk barang bergerak ataupun barang tidak bergerak dapat dipakai lelang lisan/terbuka, yakni : 
  1.       Dikerjakan undang khalayak ramai serta menghadirkan calon konsumen untuk penawaran object lelang ; 
  2.       Harga minimum ( limit ) segera di tawarkan pada pengunjung lelang dengan sistem lelang naik-naik ; 
  3.       Penawaran harga dipandu oleh pemandu lelang ( asflager ), pemandu lelang ( afslager ) yaitu orang yang menolong pejabat lelang untuk tawarkan serta menjelaskan barang dalam satu proses lelang. penawaran lelang bisa dikerjakan segera dan/atau tidak segera dengan langkah : lisan, makin meningkat atau alami penurunan ; tertulis ; atau tertulis dilanjutkan dengan lisan, dalam perihal penawaran paling tinggi belum meraih harga limit. 
  4.       Calon konsumen yang setuju dapat mengangkat panel bid nipl ( nomer induk peserta lelang ), konsumen pada harga yang paling tinggi dinyatakan sebagai pemenang lelang. 

PEMENANG LELANG. 

1.       Sesudah proses lelang selesai pemenang lelang dapat diberikan berita acara pemenang lelang ; 

2.       Setelah itu pemenang lelang merampungkan seluruh keharusan sesuai dengan kriteria lelang ; 

3.       Jika pemenang lelang sudah merampungkan seluruh kewajibannya, maka dapat diberikan “Risalah Lelang”. risalah lelang yaitu berita acara proses lelang yang dibikin oleh pejabat lelang yang disebut akta otentik serta memiliki kemampuan pembuktian prima untuk beberapa pihak. kutipan risalah lelang yaitu turunan risalah lelang yang didapatkan pada konsumen yang berisi sisi kepala, badan yang spesial menyangkut konsumen berkaitan, serta kaki. salinan risalah lelang yaitu turunan total risalah lelang yang didapatkan pada penjual serta pada superintenden sebagai laporan.

Acara Inti Proses Lelang yaitu : 
  1.       Pembukaan Oleh Mc ; 
  2.       Sambutan dari penjual ( star auction ) ; 
  3.       Pembacaan risalah lelang poleh pejabat lelang ; 
  4.       Penyerahan harga limit ( amplop tertutup ) dari penjual pada pejabat lelang ; 
  5.       Lelang dipandu oleh asflager ( pemandu lelang ) 
  ·         penyebutan harga limit ( per object ) ; 
  ·         penawaran terbuka per object dengan langkah penawaran dikerjakan angkat nipl sebagai sinyal persetujuan harga ; 
  6.       pengikatan pemenang lelang dengan surat pengikatan pemenang lelang ( sppl ) berikut pemberian perincian keharusan pembayaran yakni : pelunasan harga lelang, serta bea lelang. 

PASCA LELANG 

  1.       Bila ada keberatan/complaint dari pemenang lelang, maka keberatan ditujukan pada star auction ( tidak ke penjual ) namun penyelesaian masalah tersebut dapat ditanyakan dengan pihak penjual ; 
  2.       Untuk pemenang lelang star auction berikan layanan segera pengurusan balik nama dengan lembaga berkenaan ; 
  3.       Service purna jual ( after sales service ) pada pemenang serta penjual meliputi : sistem pelunasan pemenang ; penyetoran pajak, bea lelang ; serah terima objek lelang ; laporan akhir ; 
  4.       Dengan rinci bisa di jabarkan : 
  ·         Service Pemenang Lelang serta peserta : 
  a)      Berikan info langkah pelunasan pembayaran pada pemenang lelang sesuai aturan yang berlaku ; 
  b)      Koordinasi dengan pejabat lelang untuk penyerahan kutipan risalah lelang pada pemenang lelang ; 
  c)       Menyerahkan object lelang serta dokumen pemenang lelang dengan berita acara penyerahan sesudah sistem pelunasan ; 
  d)      Berikan info untuk lelang kelanjutan ; 
  e)      Pelayanan pada complaint baik itu pemenang lelang atau peserta lelang. 

·         Service untuk pemohon ( penjual ) lelang : 
  a)      Berikan salinan risalah lelang ; 
  b)      laporan hasil lelang salah satunya meliputi : 

PAJAK 
Barang Bergerak. pajak penjual ( pph ) sebesar 5% dari harga terbentuk ; pajak konsumen ( bphtb ) sebesar 5% dari harga terbentuk sesudah dikurangi nilai object tidak terkena pajak ( notkp ) ; disetorkan ke kas negara. ; 
  ü  pelunasan pembayaran pemenang lelang ; 
  ü  penyerahan salinan berita acara penyerahan kunci/obyek lelang. 


Biaya-Biaya 

Bea Lelang 

Pungutan negara atas proses lelang yang disebut penerimaan negara bukan hanya pajak menurut ketentuan perundang-undangan. 

Bea Lelang Noneksekusi Sukarela
  1.    Barang bergerak. bea lelang sebesar 0. 5% dari harga terbentuk ; disetorkan ke kas negara. 
  2.    Barang tidak bergerak. bea lelang sebesar 0. 4% dari harga terbentuk serta disetorkan ke kas negara. 

Bea Lelang Eksekusi
  1.       Barang bergerak. bea lelang penjual sebesar 2% dari harga terbentuk ; bea lelang konsumen sebesar 3% dari harga terbentuk ; disetorkan ke kas negara. 
  2.       Barang tidak bergerak. bea lelang penjual sebesar , 5% dari harga terbentuk ; bea lelang konsumen sebesar 2% dari harga terbentuk ; disetorkan ke kas negara. 

PAJAK 

Barang Bergerak. pajak penjual ( pph ) sebesar 5% dari harga terbentuk ; pajak konsumen ( bphtb ) sebesar 5% dari harga terbentuk sesudah dikurangi nilai object tidak terkena pajak ( notkp ) ; disetorkan ke kas negara.

 


Comments

jon
06/12/2013 8:32am

mana listing nya nih

Reply
boy
06/12/2013 8:33am

fotonya pun gak ada

Reply
06/12/2013 9:11am

Silahkan buka...http://rajapropertipekanbaru.weebly.com/

pak Jon / Boy

Reply



Leave a Reply